Gue sudah
menebak akan ada waktunya kata-kata ini sampai ke telinga gue. Wajar sekali
memang. Karena inilah ‘luka’ yang akan gue dapat dari apa yang gue lakukan.
Ada
beberapa dari teman-teman yang baru mengetahui bergabungnya gue di stand up
comedy.
Dan sudah pasti akan timbul pernyataan & pertanyaan-pertanyaan dari mereka. Seperti misalnya “Wah, lo berani banget, Ron!” atau yang bernada skeptis seperti, “Emangnya lo bisa?” hehehe
Dan sudah pasti akan timbul pernyataan & pertanyaan-pertanyaan dari mereka. Seperti misalnya “Wah, lo berani banget, Ron!” atau yang bernada skeptis seperti, “Emangnya lo bisa?” hehehe
Sayangnya,
tulisan ini juga tidak bisa memberikan jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan
itu.
Gue menulis
ini hanya untuk memberikan pengertian yang berbeda.
Ada
beberapa ungkapan yang sangat menempel di kepala gue, yang menyebabkan kenapa
gue berada di ‘situ’. Semoga bisa di terima & setelah membaca ini kita akan
memiliki satu ruangan khusus di kepala yang baru.
Pandji –
Kesederhanaan
Tuhan memberikan umurmu yang panjang, bukan tuk
di selesaikan di tengah jalan.
Jadi jangan kau pasang titik tujuan, karena
yang indah adalah perjalanan.
Kalah tidak membuatku pecundang, pecundang
adalah mereka yang tak berusaha…
Theodore Roosevelt (Presiden Amerika Serikat)
“Pernyataan beliau dalam pidatonya di Paris tahun 1910.
Yang diperhitungkan bukan kritik, bukan seorang
yang mununjuk bagaimana orang yang berkuasa terjungkal atau bagaimana seorang
pelaku kebajikan seharusnya bisa lebih baik. Penghargaan adalah milik orang
yang benar-benar berada di arena, yang wajahnya di penuhi debu, keringat, dan
darah, yang bekerja keras dengan penuh keberanian, yang berkali-kali membuat
kesalahan, karena tidak ada usaha yang bebas dari kesalahan dan kekurangan.
Orang yang benar-benar mencoba melakukan, yang mengenal antusiasme yang besar,
kesetian yang sugguh, yang mengerahkan diri demi cita-cita luhur, yang tahu
bahwa jika berhasil, ia akan meraih kemenangan atas prestasi yang tinggi, dan
terburuknya, apabila ia gagal, setidaknya ia gagal ketika menghadapi segala sesuatunya
dengan penuh keberanian sehingga ia tidak berada satu tempat dengan jiwa-jiwa
yang dingin dan penakut, yang tidak pernah mengetahui apa itu kemenangan maupun
kekalahan.
Ronny
Langkahkan saja satu kaki lo, selanjutnya, lo
akan tahu siapa diri lo.
Jangan takut, rasa yang gak nyaman itu lah
hidup.
No comments:
Post a Comment