Jan 18, 2012

Pilih Mana?


Setiap orang selalu memiliki kesempatan. Baik itu yang bisa menjadi nyata, maupun yang tidak. Seperti saat gue menulis tulisan ini. Gue selalu merasa punya kesempatan untuk menulis, tapi karena perasaan malas yang berhasil membungkus diri, akhirnya tidak ada perubahan sama sekali di blog ini, padahal gue bisa dengan mudah untuk membuat itu terjadi.

Mungkin ada sebagian dari kita yang memiliki kesempatan di bidang bisnis, asmara, dan mungkin juga di bidang organisasi, ada yang ngerasa sanggup dan memang itu posisi yang di inginkan, tapi karena rasa takut untuk maju, maka hanya berharap akan ada seseorang yang akan menunjuk dan mempercayainya untuk di posisi itu.

Sekarang gue bisa nge-post ini, dan elo bisa baca. Apakah ini suatu kesempatan yang menjadi nyata? Tentu. Tidak ada salahnya bukan kita membuat kesempatan itu lahir di antara tangan kita dan Tuhan?

Bukankah ada ungkapan yang menyatakan bahwa:
“Lakukan apa yang menjadi bagianmu, dan Tuhan akan mengerjakan bagiannya."

Segala kesempatan itu lahir ketika kita merasa tergantungkan. Berada di tengah, dan mereka-reka.
Banyak juga orang yang memiliki kesempatan, dan tidak membuat kesempatan itu terjadi, hanya membiarkan kesempatan itu berjalan sesuai takdir. Tidak buruk memang. Tapi ini akan memiliki nilai bahaya jika mereka di hadapkan dengan seseorang yang selalu bisa menciptakan kesempatan.

No comments:

Post a Comment