Setiap orang
selalu memiliki kesempatan. Baik itu yang bisa menjadi nyata, maupun yang
tidak. Seperti saat gue menulis tulisan ini. Gue selalu merasa punya kesempatan
untuk menulis, tapi karena perasaan malas yang berhasil membungkus diri,
akhirnya tidak ada perubahan sama sekali di blog ini,
padahal gue bisa dengan mudah untuk membuat itu terjadi.
Mungkin ada
sebagian dari kita yang memiliki kesempatan di bidang bisnis, asmara, dan
mungkin juga di bidang organisasi, ada yang ngerasa sanggup dan memang itu
posisi yang di inginkan, tapi karena rasa takut untuk maju, maka hanya berharap akan
ada seseorang yang akan menunjuk dan mempercayainya untuk di posisi itu.
Sekarang
gue bisa nge-post ini, dan elo bisa baca. Apakah ini suatu kesempatan yang menjadi
nyata? Tentu. Tidak ada salahnya bukan kita membuat kesempatan itu lahir di antara
tangan kita dan Tuhan?
Bukankah ada
ungkapan yang menyatakan bahwa:
“Lakukan apa
yang menjadi bagianmu, dan Tuhan akan mengerjakan bagiannya."
Segala kesempatan
itu lahir ketika kita merasa tergantungkan. Berada di tengah, dan mereka-reka.
Banyak juga
orang yang memiliki kesempatan, dan tidak membuat kesempatan itu terjadi, hanya
membiarkan kesempatan itu berjalan sesuai takdir. Tidak buruk memang. Tapi ini
akan memiliki nilai bahaya jika mereka di hadapkan dengan seseorang yang selalu
bisa menciptakan kesempatan.
No comments:
Post a Comment