Saat ini. Saat membaca tulisan ini. Mungkin sebagian dari
kalian ada yang sedang berbahagia. Mungkin karena sedang merasakan sesuatu yang
menyenangkan dalam hidup. Atau mungkin malah ada yang sedang bersedih. Mungkin karena
merasa rumit sekali hidup yang sedang di jalankan ini. "semua seperti
lelucon bukan?." Ah, apalah itu hal menyenangkan? dan apalah itu hal yang
menyedihkan? "Malah terkadang keduanya datang bersamaan, bukan?"
Tapi saat tulisan ini di tulis, saat dimana satu demi satu
kata ini menjadi cerita. Saat dimana sebuah pemikiran dapat di katakan
bertemu dengan tempat yang paling tepat untuk berbagi. Saya sedang stagnan...
Hari ini adalah pernikahannya. Hari ini adalah babak baru
dalam hidupnya. Hari ini, adalah hari dimana janji dapat sampai pada muaranya.
Dan hari ini, adalah hari yang membuat saya diam karenanya. Lebih seperti orang yang
tak lagi berfungsi dan membutuhkan setepuk teguran dengan senyuman.
"Biarlah semuanya saya kenang disini."
"Biarlah..."
"Apa yang kau katakan waktu itu?" "Ah,
ya." Dalam mendapatkan pasangan, di dunia ini kita seperti sedang
mencari air putih. Dari banyak sekali bermacam-macam minuman yang ada.
"Kau hanya meminta air putih." Membuat sangat bingung memang saat kau
katakan permintaan itu. Bagaimana mungkin ada banyak sekali minuman yang ada di
dunia ini, kau hanya minta air putih. "Air yang sama sekali tidak ada
rasanya, bukan?" Tetapi sekarang semuanya jelas, dan kau benar.. Karena
ternyata memang air putih 'itu' yang baik untuk kita, dan tidak akan pernah
membuat kita menjadi mabuk. tidak akan.. Semoga waktu lebih berbaik hati untuk
membantu saya mengerti akan kalimat terakhirmu itu. Seperti kau saat ini
tersenyum melihat gelasnya ... :)
Kau selalu berkata luar biasa sekali hidup ini. Karena
selalu ada potongan kejadian yang membuat kita tak henti-hentinya untuk selalu
belajar. "Sama seperti luar biasanya saya mengenalmu, hidupmu.."
Jika ada pertanyaan siapakah orang yang paling jahat dan
pengkhianat bagimu... "Pasti itu adalah saya." Saya minta
maaf, yang sepertinya tidak akan ada artinya lagi untukmu. maafkan saya ...
Saya sangat beruntung sekali bisa mengenalmu. Mengenal hati itu. Mengenal kehidupan itu. Walaupun mungkin sekarang cinta ini dalam
bentuk pengertian dan pemahaman yang bebeda.
Saat ini, Saat menulis ini, saya melihat waktu yang seakan berjalan dengan cepatnya. Pukul 11:00 WIB tepat di tulisan ini. "Iya, kalian benar, di tulisan yang sedang berjalan ini." Jika
sesuai rencana. Kau sedang melaksanakan akad nikah pada pukul 11:00 ini. Merajut
janji-janji kebahagiaan itu. Pasti kau sangat cantik sekali hari ini. J
Tidak ada
lagi yang perlu di khawatirkan. Tidak ada lagi masa-masa kesepian itu.
Masa-masa kosongnya kehidupan. Masa-masa hanya menatap dinding kamar yang sepi.
Masa-masa seorang diri, meratapi getirnya hidup. Tidak ada lagi. Percayalah…
Kau adalah
orang yang sangat baik. Sudah sepantasnya kau mendapatkan janji-janji kebahagiaan itu.
Kelak, saya
meyakini. Kau akan melahirkan anak yang sama luar biasanya sepertimu. Itu pasti…
Saya akan
mendoakanmu, selalu....
Menikahlah...
No comments:
Post a Comment