Jan 21, 2012

Menikahlah


Saat ini. Saat membaca tulisan ini. Mungkin sebagian dari kalian ada yang sedang berbahagia. Mungkin karena sedang merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam hidup. Atau mungkin malah ada yang sedang bersedih. Mungkin karena merasa rumit sekali hidup yang sedang di jalankan ini. "semua seperti lelucon bukan?." Ah, apalah itu hal menyenangkan? dan apalah itu hal yang menyedihkan? "Malah terkadang keduanya datang bersamaan, bukan?"

Tapi saat tulisan ini di tulis, saat dimana satu demi satu kata ini menjadi cerita. Saat dimana sebuah pemikiran dapat di  katakan bertemu dengan tempat yang paling tepat untuk berbagi. Saya sedang stagnan...
Hari ini adalah pernikahannya. Hari ini adalah babak baru dalam hidupnya. Hari ini, adalah hari dimana janji dapat sampai pada muaranya. Dan hari ini, adalah hari yang membuat saya diam karenanya. Lebih seperti orang yang tak lagi berfungsi dan membutuhkan setepuk teguran dengan senyuman.


"Biarlah semuanya saya kenang disini." "Biarlah..."

"Apa yang kau katakan waktu itu?" "Ah, ya." Dalam mendapatkan pasangan, di dunia ini kita seperti sedang mencari air putih. Dari banyak sekali bermacam-macam minuman yang ada. "Kau hanya meminta air putih." Membuat sangat bingung memang saat kau katakan permintaan itu. Bagaimana mungkin ada banyak sekali minuman yang ada di dunia ini, kau hanya minta air putih. "Air yang sama sekali tidak ada rasanya, bukan?" Tetapi sekarang semuanya jelas, dan kau benar.. Karena ternyata memang air putih 'itu' yang baik untuk kita, dan tidak akan pernah membuat kita menjadi mabuk. tidak akan.. Semoga waktu lebih berbaik hati untuk membantu saya mengerti akan kalimat terakhirmu itu. Seperti kau saat ini tersenyum melihat gelasnya ... :)

Kau selalu berkata luar biasa sekali hidup ini. Karena selalu ada potongan kejadian yang membuat kita tak henti-hentinya untuk selalu belajar. "Sama seperti luar biasanya saya mengenalmu, hidupmu.."

Jika ada pertanyaan siapakah orang yang paling jahat dan pengkhianat bagimu... "Pasti itu adalah saya." Saya minta maaf, yang sepertinya tidak akan ada artinya lagi untukmu. maafkan saya ...

Saya sangat beruntung sekali bisa mengenalmu. Mengenal hati itu. Mengenal  kehidupan itu.  Walaupun mungkin sekarang cinta ini dalam bentuk pengertian dan pemahaman yang bebeda.

Saat ini, Saat menulis ini, saya melihat waktu yang seakan berjalan dengan cepatnya. Pukul 11:00 WIB tepat di tulisan ini. "Iya, kalian benar, di tulisan yang sedang berjalan ini." Jika sesuai rencana. Kau sedang melaksanakan akad nikah pada pukul 11:00 ini. Merajut janji-janji kebahagiaan itu. Pasti kau sangat cantik sekali hari ini. J

Tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan. Tidak ada lagi masa-masa kesepian itu. Masa-masa kosongnya kehidupan. Masa-masa hanya menatap dinding kamar yang sepi. Masa-masa seorang diri, meratapi getirnya hidup. Tidak ada lagi. Percayalah…

Kau adalah orang yang sangat baik. Sudah sepantasnya kau mendapatkan janji-janji kebahagiaan itu.
Kelak, saya meyakini. Kau akan melahirkan anak yang sama luar biasanya sepertimu. Itu pasti…
Saya akan mendoakanmu, selalu....


Menikahlah...

No comments:

Post a Comment