Dec 16, 2011

Inilah Pencapaian

Melanjutkan dari postingan sebelumnya, lagu motivasi yang sangat menginspirasi gue banget. Desember ini, di akhir tahun gue mencoba sesuatu yang berbeda. Gue mulai menjajal ikut mencemplungkan diri ke dalam stand up comedy. Buat yang sudah tahu gue, pasti ada beberapa yang sudah membaca postingan gue tentang stand up comedy.

Tujuan gue pertama, Awalnya gue hanya ingin menjajal mental gue untuk berbicara di depan orang banyak, atau mungkin, at least di tahun ini ada sesuatu yang bisa gue kenang dan bisa di banggakan. Cuma itu. Sederhana memang ke dengerannya. Tapi gue akui,
untuk melakukannya sangat susah.

Di akhir bulan november, pikiran gue agak terpecah. Jelas, ini bukan pikiran yang biasa-biasa saja. Bukan juga pikiran yang cuma sekedar ingin numpang lewat, seperti yang kita rasakan setiap harinya. Tidak sesederhana itu. Gue sadar, ini adalah sebuah pikiran yang mengganggu setiap malam sebelum gue tidur. Tidak bisa lepas. Dari akhir november sampai pada awal desember. Sangat terasa.

Inilah kesimpulan gue dari pemikiran pada saat itu:

"Pada saatnya nanti, elo akan merasakan, akan ada sesuatu pikiran yang membuat hidup lo gak nyaman, dan apa yang elo pikiran itu benar-benar menuntut diri elo untuk melakukan sesuatu."

Sederhananya:
Ada sebuah pemikir yang ingin sekali di realisasikan, di beri nyawa, dan di hidupkan..

Berawal dari 6 desember 2011, gue memulai stand up comedy gue yang pertama. Bermodalkan materi-materi yang memang sudah gue siapkan selama hampir lebih dari dua minggu, dan juga bermodalkan mental gue yang terkadang selalu ingin menyerah, tetapi selalu gue paksa untuk berani dan maju. Maka bisa di lihat akhirnya gue bisa berdiri di depan orang-orang yang menonton pada malam itu. Dan buat yang pada malam itu menonton, pasti mereka bisa melihat sekali bagaimana gugupnya gue pada awal-awal membuka materi yang ingin gue sampaikan. :)

Di saat gue gugup dan canggungnya pada awal itu, gue berhasil membuka dengan meminta penonton yang ada di Circle cafe depok (detoz) itu untuk memberikan tepuk tangan kepada dua comic (sebutan untuk para pelaku stand up comedian) yang sudah tampil. Dengan gue mengatakan:

"Mereka semua pemenang, bukan pecundang. Karena pecundang adalah mereka yang merasa lucu, tapi gak berani ada di sini."

Setelah itu satu ruangan circle cafe bertepuk tangan, dan gue akhirnya sedikit agak me-lega.. Inilah awal kenyamanan pada saat gue berada di stage. Rasa-rasanya seperti seseorang yang menemukan mata air di gurun pasir. Atau mungkin juga rasanya seperti melihat Syahrini mengalungkan bunga kepada David Beckham.. Dari situ gue mulai bisa menyampaikan materi-materi selanjutnya dengan agak santai. Hingga selesai..

Gue ada rencana untuk meng-upload videonya ke sini..
Di tunggu aja ya.. :)

No comments:

Post a Comment