Sragen, 26 februari 2010. Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tidak ada yang dapat menandingi sejuknya kota sragen pada hari ini. Desa yang kecil, tetapi di dalamnya banyak kebesaran dan anugrah yang melimpah. Sebuah aliran sungai ikut mengalir di sini. Alirannya
sama seperti kali-kali yang lain. Dari hulu ke hilir - dari dataran tinggi ke dataran rendah, dan sama berakhirnya.. Yaitu, di laut.. Mungkin, itu juga yang dapat menggambarkan keramahan dan kebaikan warga disini. Gimana tidak hebat? Tidak ada yang tidak kenal di kota ini. Semuanya saling kenal. Sejauh apapun tempat yang ingin mereka datangi, tidak pernah menggunakkan alat bantu yang bisa mempercepat waktu mereka. Buat apa mempercepat waktu? toh hidup mereka tidak terlalu dikejar waktu. Tidak seperti warga JAKARTA. Walaupun jaraknya jauh, mereka tetap berjalan kaki. Dengan begitu dilewatilah satu-satu rumah tetangganya. Dan tidak jarang mereka diminta untuk bersinggah sebentar dan bersenda gurau. Begitulah yang dapat menggambarkan desa Sragen dan warganya. Mungkin sama seperti aliran kali yang ada dikota ini. Tidak pernah terputus. Sekencang apapun arusnya membawa, sekencang itu juga mereka terus bersama. Mungkin itu juga yang membuat mereka menamakan desanya dengan sebutan desa "Kali Kobok."
No comments:
Post a Comment