May 18, 2011

"Kado untuk Bunda."

"Putri, kita harus ke Jakarta minggu depan. Mami dan Papi sudah siapkan semuanya. Kamu tidak perlu khawatir, kita tinggal berangkat. Di Jakarta banyak sekali tempat wisata. Kamu pasti senang disana." Gadis itu hanya berdiam ...

Tidak banyak yang dimengerti oleh gadis berusia 5 tahun itu. Jauh didasar lubuk hatinya, dia hanya mengerti, bahwa. Dia akan meninggalkan tempat kelahirannya, teman-temannya, Dan yang pasti, dia juga akan kehilangan teman-teman lamanya. Itu saja yang dimengerti..
Tetapi dibalik kesendiriannya Putri adalah gadis yang cerdas. Terlebih malah. Disaat anak-anak seusianya hanya bisa menuruti apa yang dikatakan orang tuanya. Buat Putri tidak. Semuanya perlu ada alasannya.
Dari sore tadi, hingga malam. Putri tak henti-hentinya mengikuti seseorang yang melahirkan dan merawatnya sejak kecil. Hingga beberapa pertanyaan ini mengalir dari mulutnya.. "Mi, kenapa kita harus pindah ke Jakarta?" "Mengapa kita harus meninggalkan semuanya yang ada disini?" "Bukankah, disini kota kelahiran Mami juga?"
Mami sedari tadi sedang merapikan pakaian-pakaian kedalam koper. Akhirnya bersuara. "Putri, Seharusnya kamu tanya ke Papi. Bukan Mami!"
Kamar itu tampak sangat luas untuk gadis seusianya. Tetapi daya berpikir gadis ini tidak seluas kamar yang dia punya. Sejak sore tadi, ada satu pertanyaan di kepalanya : "Kenapa tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya?" K-E-N-A-P-A?

No comments:

Post a Comment