Walaupun ada beberapa dari mereka yang pada saat berada pada kondisi ini, malah ingin mati. Merasa terlalu berat beban di pundaknya, sehingngga rasanya sulit untuk berpikir realistis.
"Mengapa masalah terkesan menyadarkan dan mematikan?"
Jika mereka
di hadapkan dan membaca satu buah buku entah itu berbentuk novel, agama, motivasi, sejaranh, kebudayaan, ataupun buku-buku sekolah. Buku yang menarik. Buku yang di sadari akan melahirkan passion dalam diri mereka. Dan buku yang membuatnya selalu merasa tercebur dalam setiap bagiannya. Jika sudah seperti ini, hanya waktu yang akan mengikatnya, bisa untuk membaca di sore hari sambil di temani secangkir kopi, atau mungkin menjadi ritual mereka sebelum tidur..
Buku yang menarik pasti akan di tamatkan. Jarang sekali mereka berhenti, dan mencoba untuk berpikir di bagian pertengahan buku. Dalam hidup, kita sering kali mereka-reka apa yang ada di depan kepala. Begitu juga dengan buku, mereka terlalu sibuk mereka-reka segala sesuatu yang ada di lembar berikutnya. Mereka lebih sering akan berhenti pada satu lembar yang mana memang itu adalah akhir dari sebuah buku. Perjalanan yang panjang, proses penyadaran. Di baris terakhir buku itu biasanya mereka berhenti, dan memikirkan apa saja yang di lewatkan selama perjalanan membaca.
Sama halnya seperti relationship. Rasa penasaran memakan mereka di setiap harinya. Mari kita pikirkan 5 tahun ke depan, kita menikah, kita memiliki anak, atau masa depan wanita yang ingin bekerja, mencangkok profesi Ibu Rumah Tangganya. Dalam proses mereka-reka itu membuat mereka lupa akan hari ini, lupa dengan kaki yang masih menyentuh tanah. Mengapa bisa?
Seperti buku, akhirnya lembar terakhir-lah yang menyadarkan mereka.
"Ada yang mendapat surat kelulusan dengan ikatan pernikahan, dan ada pula yang di tamatkan oleh kondisi."
No comments:
Post a Comment