Saya mengambil keputusan untuk tidak bertemu atau berkumpul saat ini. Karena menurut saya keputusan ini yang paling tepat. Banyak pihak yang mengambil keputusan sendiri. Dari perkataan-perkataan yang baik sampai ada yang sangat mengganggu di kuping. Padahal mereka belum tau apa yang menjadi masalah sebenarnya. semuanya masih abu-abu buat mereka. Tetapi
karena mungkin otak mereka yang terlalu pintar, atau mungkin karena enggak mau di-bilang goblok! sehingga mereka simpulkan masalah itu dengan kepalanya masing-masing. "sangat menyedihkan."
karena mungkin otak mereka yang terlalu pintar, atau mungkin karena enggak mau di-bilang goblok! sehingga mereka simpulkan masalah itu dengan kepalanya masing-masing. "sangat menyedihkan."
Buat saya dengan apa yang saya lakukan saat ini adalah, waktu untuk sama-sama berpikir, bukan dan nggak ada rumusan untuk mengultimatum. Sebenarnya ultimatum yang keluar dari mulut-mulut ketidaktahuaan itu hanya akan menjadi suatu bentuk yang sangat lucu buat diri saya pribadi. Orang berlaga pinter dengan omongannya itu malah jadi (lucu). Karena banyak orang yang nggak tau tapi terkesan mengerti. "aneh memang."
Semuanya butuh proses. mungkin sudah sangat basi banget kedengarannya kata "proses" ini didengar. tapi kenyataannya banyak orang yang sudah tau, tapi hanya menjadi pohon plastik. Buat saya kalau memang sudah sama-sama enak untuk berbicara dan membicarakan. Yuuk! kita omongin.. Bukan dengan cara ultimatum sana-sini, Raja...
Saya pernah diultimatum agar jangan pernah menyesal atas apa yang saya lakukan.
Jawaban saya : Sebelum saya mengambil suatu keputusan. Saya selalu memikirkan terlebih dahulu option-option yang ada. Mana yang lebih baik, mana yang mesti di pertahankan, dan mana yang resiko keburukannya sedikit. Dan jika apa yang sudah saya pilih itu berakhir buruk. Saya nggak pernah menyesal, nggak pernah bisa. Karena itu-lah yang saya pilih. dan ini yang harus saya terima (just it). "Kenapa harus menyesal??"
Dari apa yang telah saya dapatkan saat itu. Saya lebih mengerti tentang sesuatu yang lebih dari sebuah kata "Sadar & Sabar". Saya sekarang akhirnya tau apa yang sudah dikatakan waktu itu oleh seseorang yaitu "Marcell."--- Kali ini saya benar-benar kerasa banget. Orang sabar sering banget dihina, direndahkan, dan di anggap tidak memiliki pendirian. Padahal saya pada saat ini sedang berpikir cara tebaik untuk semuanya. bukan cara terburuk untuk semuanya. mengapa orang-orang kebanyakan memandang dari sisi yang buruk !!! ini yang sering buat saya tidak mengerti. Sabar... Sabar... =)
Setau saya justru. Sejatinya seseorang yang "Rendahan dan Pengecut" adalah seseorang yang tidak berani menerima kebenaran dengan secara sadar dan terbuka. Mungkin orang yang seperti itu lebih tepatnya lagi adalah seseorang yang sudah menutup diri dari kebenaran.
Terimakasih untuk hidup yang telah menghidupkan... Terimakasih =)
No comments:
Post a Comment